Selasa, 13 Maret 2018

Mencicipi Cita Rasa Unik Pizza Rempong

Mencicipi Cita Rasa Unik Pizza Rempong

Pizza adalah type makanan makanan ringan yang datang dari Italia, saat ini nyatanya juga disukai di Indonesia, termasuk juga Garut, Jawa Barat. 


Dengan makin mengembangnya jaman, beberapa chef buat pizza yang sesuai dengan lidah orang-orang Indonesia serta dengan topping yang beragam macam hingga menggugah selera. 

" Aslinya Pizza itu dari Italia serta dengan perubahan jaman jadi selalu dikerjakan inovasi paling baru dengan beragam topping rasa, serta awal Pizza di Jakarta pada masa 1990-an dengan rasa aslinya keju, ayam, daging sapi serta nanas, " tutur, Mohammad Iksan, Chef d'Anclom Garut, Senin, 12 Oktober 2015. 

Paling tidak ada empat varian rasa salah satunya yaitu Pizza Rempong, Pizza Menor, Pizza Tuna Mayo serta Pizza Mix Fruit. Untuk Pizza Rempong topping-nya di beri bermacam cereal pilihan dan ditambah marsmelow, untuk Pizza Menor topingnya bermacam taburan manis seperti banana powder, taro powder, milo powder serta yang lain. 

Sesaat untuk Pizza Tuna Mayo diberi toping ikan tuna dan jagung manis serta Pizza Mix Fruit bermacam rasa buah fresh ciri khas d'Anclom seperti buah naga, kiwi, pisang, apel, serta strobery. 

" Dengan inovasi, kita buat Pizza yang unik karna segmentasinya ABG (anak muda) kita ambillah nama yang unik juga seperti Rempong, Menor karna Pizzanya juga tampak cantik hingga menggugah selera, " kata Mohamad Iksan. 

Lanjut Mohamad Iksan, untuk harga Pizza ini berlainan sesuai sama toping. Untuk Pizza Mix Fruit Rp47 ribu, Menor Rp46 ribu, Rempong Rp64 ribu serta Tuna Mayo Rp48 ribu. 

Pizza ini juga dapat di nikmati dengan sampai empat orang dengan rasa yang berlainan sesuai sama selera.

Chocodot Khas garut

Chocodot Khas garut 

Bagi Anda yang menghabiskan liburan di Garut, jangan lupa membawa buah tangan saat hendak kembali ke kampung halaman. Dari sekian banyak pilihan, ada chocodot alias cokelat berisi dodol Garut yang banyak menjadi buruan pengunjung.

"Memang enak, cokelatnya gurih, teman saya juga banyak yang nanyain di kantor, kalau pulang ke Garut, jangan lupa Chocodotnya," ujar Firdaus, salah satu pengunjung yang tengah berbelanja oleh-oleh di bilangan Tarogong Garut, Minggu, 2 Juli 2017.

Selain oleh-oleh dodol dan kerupuk kulit yang selalu menjadi ciri khas pemudik asal Garut, kehadiran chocodot memberikan banyak pilihan belanja  bagi pengunjung. "Kemasannya juga menarik, jadi lebih mudah mencarinya," ujarnya.

Kiki Gumelar, pemilik perusahaan Chocodot, mengatakan sejak pertama kali diluncurkan 10 tahun lalu, produk hasil olahannya itu langsung mendapat tempat di hati masyarakat Garut. Selain rasanya yang gurih, cara pengemasannya juga cukup menarik. 

BAKSO PEDAS CITRA RASA

BAKSO PEDAS CITRA RASA  

Di Garut bakso itu termasuk juga kuliner yang harus dicoba. Banyak kuliner Bakso yang bertebaran dimana-mana…. Awalannya kami penasaran, mengapa bakso yang satu ini senantiasa ramai… Pada akhirnya kami juga mengambil keputusan untuk cobanya. Ditempat ini ada beragam type bakso, dari mulai bakso aci, bakso bawang sampai bakso pedas… Di sini langkah pesannya juga unik, anda juga akan diberi selembar kertas untuk pesan. Di dalam kertas itu ada kolom dari no 1-5 yang perlu di isi. Nyatanya kolom itu yaitu untuk memastikan jumlah berapakah buah bakso yang ingin dipesan. Jadi di sini pesannya dapat per buah. Contoh : Bakso aci 2 buah, bakso bawang 2 buah, kaki Ayam 2… 
Di tempat ini anda mesti cobalah bakso pedasnya, bakso pedasnya betul-betul merasa pedasnya…

Burayot Khas Garut


Burayot Khas Garut
Burayot berasal dari bahasa sunda yang berari kue tersebut bentuknya menggelantung, dan makanan khas ini kita bisa temukan di daerah Garut yang berlokasi di wilayah Kec. Leles, Kadungora, Wanaraja. 
Makanan ini terbuat dari bahan  Gula merah, Tepung Beras, Kacang Tanah, Minyak Kelapa yang melalui proses membutuhkan waktu yang tidak terlalu cukup lama untuk menghasilkan 1 kue Burayot. 
Tempat wisata Candi Cangkuang / Situ Cangkuang merupakan wilayah yang cukup terkenal dengan produksi makanannya Burayot bahkan pernah di liput di salah satu Stasiun TV Swasta, oleh karena itu Cangkuang Leles merupakan daerah yang cukup dikenal dengan Burayotnya, di banding Kadungora dan Wanaraja.  
Jika kita ingin menemui kue Burayot dadakan bisa di jumpai di pasar- pasar, misal pasar Kadungora kita bisa membeli kue Burayot yang dadakan masih panas seperti halnya kue Balok, lebih enak di makan panas - panas, dengan menunggu beberapa menit  prosesnya setelah itu kita bisa buktikan rasanya.
Menjelang Lebaran biasanya kue ini di produksi di tiap Rumah untuk di konsumsi sendiri di saat Lebaran tiba, ada juga yang di produksi khusus untuk di jual dengan jumlah produksi yang cukup besar, biasanya memenuhi pesanan menjelang Lebaran. 
Burayot lebih enak di santap Dadakan di banding dengan Kue Burayot yang telah di kemas dan di jual di toko - toko, yang mungkin rasanya agak cukup berbeda di karena kue tersebut di simpan terlebih dahulu. 
Bahan baku Kue Burayot sangat mempengaruhi rasa Burayot sendiri, misal penggunaan Gula merah yang berbeda bisa menghasilkan rasa yang berbeda, oleh karena itu pembuatan Kue Burayot tidak sembarang menggunakan bahan yang sama, karena kualitas bahan dini berperan penting. 
Mudik ke Garut menjelang Lebaran pasti tidak aneh lagi kalau di sajikan kue Burayot jika berkumpul bersama keluarga atau bersilaturahmi ke Rumah  teman / tetangga untuk sekedar ngobrol   menikmati cuaca dingin Garut dengan menikmati kue Burayot Dadakan atau Burayot yang telah di sajikan di dalam piring dan sejenisnya.  
Garut terkenal dengan khas kulinernya selain Dodol yang mendunia Burayot juga perlu di perhitungkan meskipun masih banyak lagi seperti Endog Lewo, Kurupuk Asoy, Ranginang dll

Batik Garut


Batik Garut
Sejarah Batik Garut berasal dari warisan nenek moyang, yang berlangsung secara turun temurun, dan telah berkembang cukup lama sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Hingga pada tahun 1945 Batik Garut semakin populer dengan sebutan Batik Tulis Garutan, yang mengalami masa kejayaan antara tahun 1967 – 1985. Namun karena keterbatasan bahan, dan modal serta lemahnya startergi pemasaran yang diterapkan, maka para penerus generasi dari Batik Garut mengalami penurunan. Karena adanya persaingan yang cukup hebat dari produsen batik lain yang menggunakan teknik lebih modern seperti mesin printing dalam pembuatannya.
Namun seni batik tetap tumbuh “subur” di Indonesia dan dikenal oleh seluruh lapisan dan kalangan, jika anda perhatikan tidak ada perubahan yang mencolok antara produk batik terdahulu dengan yang ada pada saat ini, karena pemilihan bahan, corak dan cara pembuatannya masih menggunakan “resep” yang digunakan oleh pembatik jaman dahulu, karena “resep” yang cukup simple maka batik menjadi seni dan kerajinan yang mudah untuk dipelajari oleh banyak orang. Hanya mungkin sedikit diperlukan ketelitian, kesabaran dan kreatfitas untuk menghasilkan batik yang mempunyai kualitas baik.
Batik garutan umumnya digunakan untuk kain sinjang, namun berfungsi juga untuk memenuhi kebutuhan sandang dan lainnya. Bentuk motif batik Garut merupakan cerminan dari kehidupan sosial budaya, falsafah hiup, dan adat istiadat orang Sunda. Motif-motif batik Garut dihadirkan berbentuk geometrik sebagai ciri khas ragam hiasnya, selain itu bermotif flora dan fauna. Bentuk geometrik umumnya mengarah ke garis diagonal dan bentuk kawung atau belah ketupat. Warnanya diominasi oleh warna krem dipadukan dengan warna-warna cerah lainnya yang merupakan karakteristik khas batik garutan. Saat ini pengolahan btik garutan terkonsentrasi di Garut kota.

SATE MARANGGI PA’NUR GARUT TAK KALAH LEZAT DENGAN MARANGGI CIBUNGUR PURWAKARTA

SATE MARANGGI PA’NUR GARUT TAK KALAH LEZAT DENGAN MARANGGI CIBUNGUR PURWAKARTA

Pencinta kuliner di Jawa Barat rasa-rasanya belum juga pas jika belum juga rasakan sensasi kelezatan sate maranggi H Rasta, Cibungur di Purwakarta, Jawa Barat. Tempat ini sering kali jadi tujuan penggemar kuliner di daerah Jawa barat serta Jabotabek. Hingga, pusat jajanan siap saji bermacam masakan sate serta sup ini sering dikabarkan media elektronik serta media bikin lokal ataupun nasional. 

Spesial untuk warga Garut serta sekelilingnya, yang penasaran dengan kelezatan sate maranggi, tetapi tak ada saat untuk pergi ke Purwakarta. Jadi, tak ada kelirunya untuk meluapkan rasa penasarannya dengan coba sate maranggi di Tempat tinggal Makan Pa’Nur, Jalan Samarang, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Ditempat ini, penggemar kuliner juga akan disajikan bermacam sate, termasuk juga sate Maranggi. Tempatnya cukup strategis, karna ada di samping jalan raya menuju Lokasi Wisata Puncak Darajat, Kecamatan Samarang. 

Meskipun Sate Maranggi Pa’Nur tidak sama juga dengan Sate Maranggi H Rasta, yang ada di daerah Cibungur, Kabupaten Purwakarta, tetapi penggemar kuliner dapat coba sensasi yang di tawarkan peracik sate maranggi Pa’Nur, yang tempatnya berdekatan dengan Kantor Dinas Bina Marga serta Kantor Harian Umum Radar Garut. 

Nurjaya sebagai Owner, Sate Maranggi Pa’Nur pada Tabloid Intan menyebutkan, sate maranggi adalah makanan ciri khas asal Purwakarta, Jawa Barat. Makanan yang memiliki bahan basic daging ini jadi satu diantara makanan yang begitu disukai penggemar kuliner. “Sate maranggi mempunyai rasa serta aroma yang ciri khas. Rasa-rasanya betul-betul enak serta lezat, ” tutur pria yang akbar disapa Kang Nur ini. 

Nasi Liwet Instan


Nasi Liwet Instan
Nasi liwet adalah nasi khas urang Sunda. Nasi ini berasal dari beras yang dimasak dengan bumbu, rempah-remah (bawang, daun salam, sereh), sedikit minyak makan, dan lauk pauk (biasanya ikan teri atau ikan jambal roti), dan sayuran (kacang panjang, pete, labu)). Nasi liwet dimasak dengan panci khusus di atas kompor kayu bakar. Karena dimasak dengan panci, maka ada kerak nasi yang tersisa di dasar panci. Rasa nasi liwet umumnya gurih seperti nasi uduk (tapi nasi liwet tidak pakai santan). Rasa gurih itu timbul karena paduan rempah-rempah, bumbu, sayyuran, dan ikan. Contoh resep nasi liwet khas Bandung bisa diklik pada pranala ini.
Untuk memasak nasi liwet cukup ribet dan lama. Kalau anda makan di Rumah Makan Sunda dan memesan nasi liwet, anda perlu menunggu nasi dimasak hingga setengah jam. Nasi liwet memang harus dipesan terlebih dahulu dan dibuat saat itu juga. Nasi ini hanya enak selama asapnya masih ngebul. Paduan makan nasi liwet adalah sambal terasi, ikan goreng, ayam goreng, atau tahu/tempe goreng.
Untunglah sekarang ada nasi liwet instan yang bernama “Nasi Liwet Instan 1001”. Nasi liwet instan ini dibuat oleh seorang anak muda dari daerah Garut (saya lupa namanya). Baru-baru ini pemuda tersebut mendapat Anugerah Inovasi Jawa Barat yang diserahkan oleh Gubernur Jabar.
Saya menemukan nasi liwet instan ketika jalan-jalan ke Garut. Nasi liwet instan dikemas dalam kemasan yang cantik. Ada tiga rasa, yaitu rasa jambal roti, rasa teri, dan rasa pete. Anehnya saya belum menemukan nasi liwet instan dijual di supermarket, tetapi dijual melalui agen-agen. Katanya nasi liwet isntan ini sudah diekspor ke mancanegara.